Sabtu, 24 Januari 2015

AWAL PERKENALAN GUA DENGAN JOMBLO




            Selama gua menjalani masa SMA, jujur aja gua jarang jomblo. Bahkan gua sering ganti pacar (maklum masih labil). Tapi semenjak gua naik ke kelas 3 gua seperti menemukan jalan untuk belajar bersabar dalam  membangun hubungan. *Namanya disamarkan*, dia adik kelas gua di sekolah, saat gua kelas 3 dia baru masuk sekolah alias kelas 1. Saat itu gua menjadi anggota penatar calon pengurus OSIS baru dan  dia menjadi calon OSIS.
            Singkat cerita gua dan dia berpacaran. Kalo kata para jomblo senior “ah pacarannya masih 1-2 bulan, masih lengket-lengket lem aibon, ntar juga putus!”. Emang biasanya gua pacaran paling lama ya 3 bulan, tapi gua sama dia beda. Semenjak pacaran sama dia gua jadi lebih sabar dan banyak mengalah  karena usia gua lebih tua dibanding dia. Maaf ya kalo cerita kali ini agak serius karna gua bermaksud memberikan tips dan trick supaya kalian yang gak pernah pacaran dalam jangka waktu yang lama bisa meniru saran gua. Tapi inget saran positifnya aja yang ditiru, masalah endingnya gua jomblo jangan ditiru juga soalnya jomblo itu bukan jenis ekstra kulikuler ataupun kegiatan yang menyehatkan, sumpah!!.

            Pada umumnya, setiap pasangan yang berpacaran pasti selalu mengalami fase-fase seperti berikut ini:
                    I.            Masa-masa bangkrut karena baru jadian
Pasti kalian pernah mengalami bangkrut karena ada teman kepo dan bermulut comel yang mengetahui kalau  lo dan pacarlu baru jadian dan berita itu langsung menyebar keseluruh dunia bahkan sampai ultraman cosmos tau dan ikut-ikutan minta P.J (Pajak Jadian). Ya! Pajak Jadian adalah  hal yang menyebalkan menurut gua. Dan menurut gua PJ itu diciptakan pertama kali oleh seonggok JOMBLO!.  Menurut gua si jomblo itu iri dengan orang yang baru jadian dan  melampiaskannya dengan cara minta traktir. Dengan demikian, maka gua menyimpulkan bahwa “jangan pernah pacaran sebelum lo punya uang lebih”. Kenapa? Terutama buat yang cowok, otomatis PJ atau pajak jadian itu dilimpahkan kepada pasangan cowoknya. Jadi minimal lo harus punya celengan ayam yang udah siap buat disembelih.
                 II.            Masa dimana lo dan pasangan lo ngerasa bahwa dunia ini milik kalian berdua
Setiap pasangan baru pada umumnya masih memiliki rasa cinta yang berlebihan terhadap pasangannya. Segala macam rayuan dan kata-kata lebay pun dilontarkan untuk pemanis hubungan. Biasanya pasangan yang baru jadian itu kemana-mana selalu berdua. Pergi ke mall berdua, kondangan berdua, dan makan sepiring berdua. Oke, yang terakhir itu biasanya trik anak kost-kostan untuk menyiasati tanggal tua. Pasangan baru juga biasanya selalu ingin terlihat sama dengan pasangannya agar dianggap soulmate oleh orang lain. Biasanya mereka memakai kaos samaan, nomer hp yang hampir samaan bahkan sampai kelamin mereka pun samaan. Mereka para pasangan baru juga sering mengumbar kemesraan dimuka umum seperti bergandengan tangan ketika ditempat umum dan si cowok kemudian berkata “aku gandeng kamu karena aku gak mau kehilangan kamu”. Itu emang kedengerannya romantis bagi mereka pasangan baru. Tapi menurut jomblo yang nggak sengaja berjalan dibelakang pasangan tadi, hal tersebut sangatlah memuakkan!
               III.            Saat hubungan memasuki umur lebih dari setahun
Berdasarkan pengalaman gua, masa ini adalah masa dimana kita dan pasangan kita berubah menjadi orang lain. Pada masa ini biasanya kita akan mengetahui sifat-sifat asli pasangan kita dan saat kita merasa tidak cocok dengan beberapa sifat biasanya akan terjadi pertikaian yang menuntut kita untuk menjadi pribadi yang dipaksakan. Menurut gua pacaran itu bukanlah bagaimana kita merubah pasangan kita menjadi seperti apa yang kita inginkan. Kita tidak bisa merubah pasangan kita kecuali kita berpacaran dengan power rangers. Hubungan adalah tentang bagaimana kita menghargai perbedaan satu sama lain.

Gua adalah salah satu korban dari perubahan sifat dalam suatu hubungan. Sampai suatu ketika pacar gua jatuh cinta dengan cowok lain dan dia jujur akan hal itu. Memang awalnya rasa sakitnya ibarat digigit hiu yang giginya tonggos. Tapi dari pengakuan itu gua coba introspeksi dan memberi perhatian yang lebih ke pasangan gua. Memang jalan fikiran cewek susah ditebak, dia malah menganggap gua jadi over protective. Gua tanpa fikir panjang bakal lebih milih buat ngafalin jalan dari Sabang sampai ke Merauke lewat jalur darat dibanding harus memahami jalan fikiran cewek. Singkat cerita, pada malam minggu gua ajak pacar gua buat nongkrong disebuah tempat makan dan gua pun bertanya “aku  mau pesen burger ah, kamu mau apa?” dan diapun menjawab “aku mau kita putus!”. Gua lalu bingung dan menghampiri pelayan tempat makan dan berkata “mas, emang disini ada menu yang namanya putus?’. “wah itu sih si masnya diputusin sama pacarnya”. Lalu gua balik lagi nyamperin pacar gua dan ngajak dia pulang lalu dia bertanya “loh kamu katanya mau makan?”. “ga jadi ah, kayaknya aku mau nangis aja”. Lalu setelah nganterin dia pulang gua pun pulang kerumah. Dalam perjalanan pulang gua berharap hujan turun supaya gua bisa nangis sepanjang jalan tanpa ketahuan oleh orang lain.
Itulah awal perkenalan gua dengan “JOMBLO”, malam minggu itupun menjadi malem minggu terakhir gua punya pacar. Gua udah lupa berapa lama gua menjomblo, waktu terakhir gua putus sih keponakan gua masih berusia 6 bulan dan sekarang keponakan gua udah dewasa dan sibuk membuat grup girlband padahal dia cowok. Ya selama itulah kira-kira. Yang pasti semenjak kejadian itu gua gapernah lagi berpacaran. Bukannya gua trauma atau belom move on, melainkan gua masih sibuk menggali arti cinta secara mendalam. Saking dalamnya gua menggali, sampe keluar semburan lumpur panas. Lapindo kali ah!.
Cerita gua yang satu ini berbeda dari cerita sebelumnya soalnya cerita ini sempet berenti setengah jalan dan butuh waktu lama buat nyelesein cerita ini. Gua sengaja ninggalin cerita ini biar pemikiran gua berkembang karena selama ini gua nyari jawaban kenapa setiap hubungan itu bisa berubah drastis tiba-tiba. Gua sampai pada satu kesimpulan bahwa perubahan pasti terjadi pada siapapun kecuali lo itu sejenis teletubbies yang dari zaman gua umur 4 tahun dan belum berlumur dosa sampai gua udah menjadi mahasiswa senior mereka masih gitu-gitu aja. Gaada pasangan yang sesempurna khayalan lo. Yang terpenting adalah berubahlah bersama pasangan lo kearah yang lebih baik. Cerita ini sekaligus jadi penanda bahwa gua siap ninggalin kisah lama gua dan memulai kisah baru dengan siapapun pasangan gua nanti. Ya misalkan sampe tahun baru 2016 gua masih sendiri gua bakal membelah diri biar gua nggak perlu pusing nyari pasangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar