Selama gua menjalani masa SMA, jujur aja gua jarang
jomblo. Bahkan gua sering ganti pacar (maklum masih labil). Tapi semenjak gua
naik ke kelas 3 gua seperti menemukan jalan untuk belajar bersabar dalam membangun hubungan. *Namanya disamarkan*, dia
adik kelas gua di sekolah, saat gua kelas 3 dia baru masuk sekolah alias kelas 1.
Saat itu gua menjadi anggota penatar calon pengurus OSIS baru dan dia menjadi calon OSIS.
Singkat cerita gua dan dia berpacaran. Kalo kata para
jomblo senior “ah pacarannya masih 1-2 bulan, masih lengket-lengket lem aibon,
ntar juga putus!”. Emang biasanya gua pacaran paling lama ya 3 bulan, tapi gua
sama dia beda. Semenjak pacaran sama dia gua jadi lebih sabar dan banyak
mengalah karena usia gua lebih tua dibanding
dia. Maaf ya kalo cerita kali ini agak serius karna gua bermaksud memberikan
tips dan trick supaya kalian yang gak pernah pacaran dalam jangka waktu yang
lama bisa meniru saran gua. Tapi inget saran positifnya aja yang ditiru,
masalah endingnya gua jomblo jangan ditiru juga soalnya jomblo itu bukan jenis
ekstra kulikuler ataupun kegiatan yang menyehatkan, sumpah!!.
Pada umumnya, setiap pasangan yang berpacaran pasti
selalu mengalami fase-fase seperti berikut ini:
I.
Masa-masa bangkrut karena baru jadian
Pasti
kalian pernah mengalami bangkrut karena ada teman kepo dan bermulut comel yang mengetahui
kalau lo dan pacarlu baru jadian dan
berita itu langsung menyebar keseluruh dunia bahkan sampai ultraman cosmos tau
dan ikut-ikutan minta P.J (Pajak Jadian). Ya! Pajak Jadian adalah hal yang menyebalkan menurut gua. Dan menurut
gua PJ itu diciptakan pertama kali oleh seonggok JOMBLO!. Menurut gua si jomblo itu iri dengan orang
yang baru jadian dan melampiaskannya
dengan cara minta traktir. Dengan demikian, maka gua menyimpulkan bahwa “jangan
pernah pacaran sebelum lo punya uang lebih”. Kenapa? Terutama buat yang cowok,
otomatis PJ atau pajak jadian itu dilimpahkan kepada pasangan cowoknya. Jadi minimal
lo harus punya celengan ayam yang udah siap buat disembelih.
II.
Masa dimana lo dan pasangan lo ngerasa
bahwa dunia ini milik kalian berdua
Setiap
pasangan baru pada umumnya masih memiliki rasa cinta yang berlebihan terhadap
pasangannya. Segala macam rayuan dan kata-kata lebay pun dilontarkan untuk
pemanis hubungan. Biasanya pasangan yang baru jadian itu kemana-mana selalu
berdua. Pergi ke mall berdua, kondangan berdua, dan makan sepiring berdua. Oke,
yang terakhir itu biasanya trik anak kost-kostan untuk menyiasati tanggal tua. Pasangan
baru juga biasanya selalu ingin terlihat sama dengan pasangannya agar dianggap
soulmate oleh orang lain. Biasanya mereka memakai kaos samaan, nomer hp yang hampir
samaan bahkan sampai kelamin mereka pun samaan. Mereka para pasangan baru juga
sering mengumbar kemesraan dimuka umum seperti bergandengan tangan ketika
ditempat umum dan si cowok kemudian berkata “aku gandeng kamu karena aku gak
mau kehilangan kamu”. Itu emang kedengerannya romantis bagi mereka pasangan
baru. Tapi menurut jomblo yang nggak sengaja berjalan dibelakang pasangan tadi,
hal tersebut sangatlah memuakkan!
III.
Saat hubungan memasuki umur lebih dari
setahun
Berdasarkan
pengalaman gua, masa ini adalah masa dimana kita dan pasangan kita berubah
menjadi orang lain. Pada masa ini biasanya kita akan mengetahui sifat-sifat
asli pasangan kita dan saat kita merasa tidak cocok dengan beberapa sifat
biasanya akan terjadi pertikaian yang menuntut kita untuk menjadi pribadi yang
dipaksakan. Menurut gua pacaran itu bukanlah bagaimana kita merubah pasangan
kita menjadi seperti apa yang kita inginkan. Kita tidak bisa merubah pasangan
kita kecuali kita berpacaran dengan power rangers. Hubungan adalah tentang
bagaimana kita menghargai perbedaan satu sama lain.
Gua
adalah salah satu korban dari perubahan sifat dalam suatu hubungan. Sampai suatu
ketika pacar gua jatuh cinta dengan cowok lain dan dia jujur akan hal itu. Memang
awalnya rasa sakitnya ibarat digigit hiu yang giginya tonggos. Tapi dari
pengakuan itu gua coba introspeksi dan memberi perhatian yang lebih ke pasangan
gua. Memang jalan fikiran cewek susah ditebak, dia malah menganggap gua jadi
over protective. Gua tanpa fikir panjang bakal lebih milih buat ngafalin jalan
dari Sabang sampai ke Merauke lewat jalur darat dibanding harus memahami jalan
fikiran cewek. Singkat cerita, pada malam minggu gua ajak pacar gua buat
nongkrong disebuah tempat makan dan gua pun bertanya “aku mau pesen burger ah, kamu mau apa?” dan diapun
menjawab “aku mau kita putus!”. Gua lalu bingung dan menghampiri pelayan tempat
makan dan berkata “mas, emang disini ada menu yang namanya putus?’. “wah itu
sih si masnya diputusin sama pacarnya”. Lalu gua balik lagi nyamperin pacar gua
dan ngajak dia pulang lalu dia bertanya “loh kamu katanya mau makan?”. “ga jadi
ah, kayaknya aku mau nangis aja”. Lalu setelah nganterin dia pulang gua pun
pulang kerumah. Dalam perjalanan pulang gua berharap hujan turun supaya gua
bisa nangis sepanjang jalan tanpa ketahuan oleh orang lain.
Itulah
awal perkenalan gua dengan “JOMBLO”, malam minggu itupun menjadi malem minggu
terakhir gua punya pacar. Gua udah lupa berapa lama gua menjomblo, waktu
terakhir gua putus sih keponakan gua masih berusia 6 bulan dan sekarang
keponakan gua udah dewasa dan sibuk membuat grup girlband padahal dia cowok. Ya
selama itulah kira-kira. Yang pasti semenjak kejadian itu gua gapernah lagi
berpacaran. Bukannya gua trauma atau belom move on, melainkan gua masih sibuk
menggali arti cinta secara mendalam. Saking dalamnya gua menggali, sampe keluar
semburan lumpur panas. Lapindo kali ah!.
Cerita gua yang satu
ini berbeda dari cerita sebelumnya soalnya cerita ini sempet berenti setengah
jalan dan butuh waktu lama buat nyelesein cerita ini. Gua sengaja ninggalin
cerita ini biar pemikiran gua berkembang karena selama ini gua nyari jawaban
kenapa setiap hubungan itu bisa berubah drastis tiba-tiba. Gua sampai pada satu
kesimpulan bahwa perubahan pasti terjadi pada siapapun kecuali lo itu sejenis
teletubbies yang dari zaman gua umur 4 tahun dan belum berlumur dosa sampai gua
udah menjadi mahasiswa senior mereka masih gitu-gitu aja. Gaada pasangan yang
sesempurna khayalan lo. Yang terpenting adalah berubahlah bersama pasangan lo kearah
yang lebih baik. Cerita ini sekaligus jadi penanda bahwa gua siap ninggalin
kisah lama gua dan memulai kisah baru dengan siapapun pasangan gua nanti. Ya misalkan
sampe tahun baru 2016 gua masih sendiri gua bakal membelah diri biar gua nggak
perlu pusing nyari pasangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar